Rabu, 09 Februari 2011
hilang...
satu detik jarum memutari angka jam. dari detik berubah ke menit. masih termenung dengan keadaan saat ini. mengharap kosong dari tanah yg tandus. jiwaku terbawa angin, seperti seorang anak kecil yang sedang asyik bermain layangan. mengikuti arah angin yang tak tentu arah. sampai pergantian kalender aku masih terombang-ambing didera sang angin. hitam bukan yang aku pilih. putih pun bukan pilihan yang aku ambil. sampai aku tersakiti oleh ketidak jelasan ku sendiri. bertahun-tahun aku harus mengurung perasaan ku. aku sadar bahwa keegoisan ku yang membuat ku terhempas dari hal ini. memang terlanjur masuk ke ruang yang telah terisi seorang yang kau jaga. dan saat ini terisi oleh yang tidak pantas mengisinya. mencoba tuk memasuki setiap celah yang tedapat pada dinding yang sedikit kau lobangi. tapi sungguh, setiap lobang itu, kau hanya memberi sedikit sekali celah untuk mendapatkan apa yang ada di ruang itu. sebuah peti yang terkunci rapi dengan sehelai pita hitam tajam yang setiap waktu menyakiti ku. memandangnya saja membuatku sedikit menunduk kearah jiwaku. betapa tidak kuasanya aku untuk mencoba membukanya lalu mengambil harta yang ada didalamnya. aku simpan dalam sebuah peti yang jauh lebih indah dan akan ku jaga selalu. tapi sekarang hanyalah sebuah lamunan tak bernilai. kau ingin memberikan peti itu kepada orang yang sebenarnya kau tidak kenal. andai aku bisa, aku tidak akan mengijinkan satu orangpun yang akan mengambilnya dari ruang itu. beruntung sekali bagi orang yang pernah membukanya lalu mengambilnya walau hanya beberapa detik dari sang waktu. andai aku bisa mendapatkan isi peti itu, tidak akan ku biarkan satu detikpun penglihatanku berpaling darinya. sampai saat ini, aku belum pernah merasakan membawanya, menyentuhnya bahkan melihatnya. aku memilih untuk hitam. kegelapan yang ku dapatkan. mudah-mudahan keputusan ini menjadi jalan awal baik buat kau dan aku. good bye peti impian ku. semoga kau dimiliki oleh orang yang selalu menjagamu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar